Sabtu, 13 April 2013

Tata Cara Komunikasi

 Tata Cara Komunikasi
Manakala akan melakukan komunikasi sudah tentu tidak terlepas dari sebuah ETIKA yang patut dijunjung tinggi dan disepakati bersama agar tidak terjadi tumpang tindih dan kesimpang siuran dalam menyampaikan isi berita. Sebagai seorang komunikator yang baik patut saling menghormati dan menghargai sesama pengguna frekuensi. Adapun tata cara berkomunikasi yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Memonitor/mendengarkan dahulu sebelum masuk pada kanal frekuensi, artinya di kanal frekuensi tersebut benar-benar kosong tidak ada yang berbicara 
  2. Yakinkan diri dan jangan terlalu tegang serta atur nafas 
  3. Gunakanlah Bahasa Indonesia yang benar dan santun 
  4. Hindarkan kesan terburu-buru dalam menyampaikan berita, sampaikanlah berita dengan singkat, padat dan jelas 
  5. Tanda akhir pembicaraan gunakanlah kata “ GANTI “ 
  6. Dekatkan alat komunikasi dengan telinga agar setiap panggilan bisa dimonitor 
  7. Gunakanlah dengan nada sedang, sikap tenang dan tidak emosi, jangan teriak maupun suara pelan/terlalu pelan  
  8. Gunakan jarak mikrofon alat komunikasi dengan bibir tidak terlalu jauh, idealnya jarak mikrofon dengan bibir adalah paling dekat satu kepal tangan dan paling jauh satu jengkal tangan.
Contoh panggilan :
* Beken : (monitor dulu)…., Debleng … Beken panggil .., Debleng …. Beken  panggil …Atau Debleng .....Beken 10-25.......Debleng.....Beken 10-25
* Debleng : Silahkan masuk , monitor ……. Ganti
* Beken : Bagaimana situasi kegiatan, ganti.
* Debleng : Sementara kegiatan berjalan lancar, peserta aman namun situasi cuaca agak mendung, mohon saran Pak , ganti……. Dst.
Beberapa hal yang perlu dihindarkan dalam percakapan pada alat komunikasi adalah :
  1. Diskusi masalah politik 
  2. Bercerita atau bernyanyi pada kanal frekuensi
  3. Percakapan yang bersifat jorok, tabu dll 
  4. Berbicara sambil makan

Upaya pemerintah dalam penyelenggaraan komunikasi supaya tertib pengelolaannya telah membuatkan wadah komunikasi dengan membentuk lembaga sosial yaitu RAPI dan ORARI. Melalui kedua lembaga ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas tentang penggunaan frekuensi secara benar.
Nb :   
Dari JZ08AFI Bapak Hermanto
Gunakan 10 28 dan operator nama asli. sering orang mengatakan 10 2 dengan maksud yg tidak tepat,karena 10 2 untuk menjelaskan baik didengar sehubungan dengan perangkat komunikasi yang digunakan baik mengenai kejelasan,signal,dipahami kata2 yg disampaikan. lawannya 10 1.Gunakan ten kode,bila perlu letakkan ditempat operator agar mudah dilihat dan diketahui.selalu siapkan alat tulis untuk mencatat.
tambahan untuk tulisan tatacara komunikasi.semoga ada mamfaatnya



Silahkan Anda Tambahkan Bila Ada Kesalahan Atau Kekurangan.....Kami Akan Sangat Berterima Kasih....

0 komentar:

Posting Komentar